Husin Rayesh Mallaleng

Making a difference to the lives of people

PETUALANGAN : AMBON KOTA MANISE

Ambon, Desember 2009

Lapter Pattimura di Ambon

Batavia Air yang membawa saya dari Surabaya , tiba di Lapter Pattimura sekitar jam 13.00 WIT(Timur). Perjalanan panjang kl 2,5 jam di dalam pesawat yang dingin membuat energi saya terkuras. Ambon saat ini, udara lagi panas, suhu 31 C, sangat menawan Bandara ini dilihat dari atas pesawat. Melalui teluk yang cantik, terhampar pasir putih di pantai yang indah, itulah Ambon pasca kerusuhan. Seorang sopir mendampingi kami menuju kota yang jaraknya 50 km, ditempuh dengan waktu 1,5 jam dengan perjalanan santai, serta makan siang di warung 88 (RM Garopa/samandar ) yang terkenal dengan ikan bakarnya yang lesat Perjalanan yang lama ini sebenarnya hanya mengitari teluk seperti huruf U, tapi tak terasa karena pemandangan laut yang indah dan mempesona seperti perjalanan ke Malino di Makassar atau ke Bengkulu, Sumatra. Kamipun menyicipi ikan mubarat bakar yang fresh dari laut yang dagingnya luar biasa enak, dengan bumbu yang enak tak kalah dengan cita rasa ikan bakar yang ada di kota kelahiran saya, Makassar. Ya , tidak perlu kaget, pemiliknya memang orang dari Sulawesi, tentu dengan cita rasa Sulawesi juga. Selesai makan aku coba melirik apa ada pisang “Ambon” ternyata sulit juga selama 3 hari di sana cari pisang Ambon baru ketemu pada akhir terakhir mau pulang. Untuk makan siang di Ambon yang suka ikan bakar dapat ke SARI RASA atauWarung PANGKEP, keduanya satu jalan. Setelah makan siang, kami meneruskan perjalan kearah kota, melalui puing-puing rumah pasca kerusuhan, yang tampaknya masih belum dibangun, walau ada satu-dua yang sudah dibangun. Beberapa gereja yang rusak masih banyak dibiarkan terbelengkalai. Kerusuhan membuat kota ini tercabik-cabik menjadikan penduduknya menjadi migrasi ke mana-mana. Dulu suku Buton, yang mayoritas Islam hidup berdampingan ratusan tahun dengan asli Ambon, terpaksa ngungsi keluar dari pemukiman Kristen, sebaliknya terjadi mereka yang Ambon beragama Kristen juga harus terpisah dengan Saudaranya yang muslim. Setelah menyaksikan puing-puing, perjalanan diteruskan ke arah kota dan mampir ke tugu pahlawan wanita Ambon yaitu Martha Christina Tiahahu Memorial yang meninggal sekitar 1817an , Setelah berfoto sebentar, perjalanan dilanjutkan ke Tugu Pahlawan Pattimura di depan Kantor Gubernur Maluku. Pattimura ini juga salah satu pahlawan nasional kita yang berasal dari Maluku dan dihukum gantung ole Belanda pada tahun delapan belasan. Bagi saya, Ambon seperti kota kedua setelah Makassar, banyak Mencari penginapan saat ini di kota Ambon cukup sulit karena bersamaan datangnya ketua Umum Golkar serta Akbar Tanjung. Semua kamar hotel di Ambon full booked, mulai dari Hotel bintang 3 seperti Amboina, Hotel Mutiara dan setara. Rupanya para kader Golkar se Maluku menghadiri pelantikan Zahruddin Daud Lacutonsina sebagai Ketua DPDKNPI Maluku periode 2009-2012. Tapi Anda tak usah kuatir, paska kerusuhan banyak penginapan murah berkisar 100.000-an sampai 250.000-an hadir di sekitar pusat kota seperti Hotel Rejeki 1 dan 2, Hotel ASRI , Hotel Star dan lain-lain setara. Situasi Kota Ambon Kota Ambon tidak terlalu besar, seperti Kediri lah, jalannya sempit, padat lalulintas, hati-hati dengan sepeda motor yang dikendarai anak mudanya, wah ngebut! Rumah penduduk sebagian besar berukuran kecil, beratap seng dan pendek-pendek. Bangunan tinggi masih satu dua. Dengan kendaraan umum berwarna kuning, sudah bisa menghantarkan kita keliling kota dan cukup membayar Rp. 2000 sekali jalan. Tampaknya Ambon baru saja selesai berbenah karena minggu lalu Bapak Presiden SBY datang ke Ambon dalam rangka ikrar perdamaian dan menanda tangani monument GDP (Gong Perdamaian Dunia) sebagai symbol kerukunan umat beragama di Indonesia.

Tugu GPD (Gong Perdamaian Dunia ) yang baru saja diresmikan Presiden SBY

Pas datang ada demo dari HMI terhadap pembangunan GDP. Ini GDP bermasalah karena pembangunannya tanpa tender alias penunjukan langsung , wah heboh lagi tidak damai lagi simbolnya. Katanya sih waktunya mempet sih, terpaksa tunjuk hidung langsung beres. Bagi yang suka musik, bisa mapir ke Restoran Hotel Mutiara, Jl Pattimura . di sana, tersedia music corner dengan electonenya, sambil mendengarkan musik jangan lupa cicipi buru ayamnya yang enak atau ikan bakar Tunanya yang lesat. ( Musik buka jam 8 sampai jam 11.00 malam). Ambon Melek’an Melek’an atau begadang adalah istilah lain bagi kota kecil ini yang sepanjang pagi sampai pagi jam 5, banyak bertebaran PKL yang berdagang dari makanan kecil sampai besar. Rupanya masyarakat Ambon suka keluyuran malam dan kelaparan, sehingga kelihatan kalau PKL ini selalu ramai sampai pagi, ojekpun 24 jam. Saat ini, Ambon cukup aman, kendaraan roda dua atau empat di parker begitu saja, tampaknya aman-aman saja. Bagi yang suka life musik, ambonpun tersedia karaoke, pub dan resto sampai pagi. Kendaraan Umum Kendaran umum ada, taxi dalam kota tidak ada, kecuali taxi dari Bandara ke kota yang bertarip sekitar 150.000. kondisi ini sama ketika penulis ke Bengkulu bulan lalu. Besok dilanjutkan petualangan ke tempat wisata lain seperti pulau Buru, pulau Banda, pulau Seram dan lain-lain yang menarik. Yang senang sea -diving bias diteruskan ke pulau Banda dengan pemandangan laut menarik. Ke pulau Banda, hanya ada pesawat 1 x seminggu, berangkat pagi dan pulang sore hari. Tour Ke Seram Barat Berangkat dari terminal oto (istilah pengganti bus), ke arah Liang ( Tempat penyebrangan) ke Masohi (Pulau Seram). Perjalanan darat dari Ambon ke Liang sungguh menarik.Biayanya Cuma Rp. 10.000 saja per orang. Sepanjang perjalanan yang kita lalui, hamparan pantai yang indah, melalui kota kecamatan seperti Passo, Tulehu dengan pantainya Batu Kuda, Waai, terakhir Liang. Jangan kaget sepanjang perjalanan dua-tiga pos penjagaan tentara dilewati dan terakhir pos Paskhas AU. Perjalanan ini ditempuh sekitar 1 jam. Penyeberangan ke Seram ini menggunakana ferry ASDP yang sarat penumpang. Hanya tersedia 2 kapal feri pp. Jarak yang ditempuh sekitar 2,5 jam dan cukup melelahkan. Saran saya waktu antri ferry ini, segeralahcari tempat duduk segera, biayanya 12.000 rupiah saja. Janagan kuatir ombak, perjalanan ferry sangat tenang karena lautnya dikelilingi pulau, tidak seperti penyebrangan ke Bali, Madura atau Batulicin ke Kotabaru di Kalimantan Selatan. Di Masohi bila Anda lelah untuk perjalanan pulang pergi, tersedia penginapan murah 1 km dari pelabuhan, namanya penginapan Kawiasih.Besoknya Anda bisa teruskan perjalanan ke mana saja atau balik ke Ambon. Film Ratna Sarumpaet Kabarnya sebentar lagi, aktivis perempuan kita Ratna Sarumpaet yang digelar Mutiara dari Timur akan membuat film tentang Kisah Kasih sepasang muda-mudi di tengah konflik Maluku.Film ini mengisahkan cinta kasih dua sejoli nyong dan nona Ambon yang masih terikat hubungan pela gadong.Film ini mencoba menceritakan kebodohan masyarakat maluku yang mudahterkoyak karena terprovokasi oleh provokator. Tak ada agama yang mengajarkan orang untuk membunuh sesamanya. Konflik ini dikarenakan kepentingan politik bukan Agama . film ini menceritakan bagaimana kekuatan cinta mengalahkan segalanya. (Suara Maluku,4 Desember 2009).

Desember 6, 2009 - Posted by | Uncategorized

2 Komentar »

  1. Sekedar Info untuk pak Husin dari pesab face book yg masuk di fb saya

    Kepala Badan POM Baru – Dra. Kustantinah, Apt, MAppSc
    Untuk anggota Badan POM

    Kepala Badan POM Baru – Dra. Kustantinah, Apt, MAppSc

    Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR. PH pada hari ini, 12 Januari 2010 sekitar pukul 13.00 WIB melantik Kepala Badan POM, ibu Dra. Kustantinah, Apt, MAppSc menggantikan ibu dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, MKes, SpFK. Ibu Dra. Kustantinah, Apt MAppSc sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes, Kementerian Kesehatan. Selain itu juga dilantik ibu Dra. Sri Indrawaty, Apt, MKes menjadi Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes, yang sebelumnya sebagai Direktur Standarisasi OT, Kosmetik dan Produk Komplemen – Badan POM.

    Menteri Kesehatan menyampaikan dengan diterbitkannya Perpres no. 47 tahun 2009 perihal Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara maka akan dilakukan penataan manajerial maupun operasional terutama menyangkut hukum dan peraturan. Selain itu Menteri Kesehatan mengingatkan bahwa pada tanggal 1 Februari 2010, program 100 hari akan segera berakhir. Fokus kerja mengacu pada 4 program utama yaitu: Program Pertama, peningkatan pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat dengan penekanan pada penduduk miskin; Program Kedua, peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target tujuan pembangunan Milenim (MDGs) seperti mengurangi angka kematian ibu melahirkan, penanganan masalah gizi; Program Ketiga, pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana; Program Keempat, peningkatan ketersediaan, pemerataan dan distribusi tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil, tertinggl, perbatasan dan kepulauan (DTPK).

    Ibu dr. Endang menyebutkan bahwa 4 program utama tersebut mendukung Reformasi kesehatan sebagai agenda Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang akan terlaksana melalui Good Governance dan upaya-upaya kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi yang berimbang.

    Kepada Kepala Badan POM yang baru dilantik, Menteri Kesehatan menggarisbawahi perlunya koordinasi dan sinkronisasi dengan Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengawasan pada ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat serta menjamin keamanan, khasiat, kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi dan makanan.

    Menteri Kesehatan juga mengingatkan untuk melaksanakan tagline Kementerian Kesehatan yang menjadi dasar setiap program yaitu: PRO RAKYAT, INKLUSIF, RESPONSIF (tanggap sesuai masalah dan wilayah), EFEKTIF dan BERSIH. Jabatan yang dipercaya harus memberikan yang terbaik bagi kepentingan organisasi dan masyarakat.

    Turut dilantik pejabat eseleon I lainnya di lingkungan Kementerian Kesehatan Dr. Ratna Rosita Hendardji, MPHM sebagai Sekretaris Jenderal, Drg. H. Naydial Roesdal, M.Sc., PH, FICD sebagai Inspektur Jenderal, Dr. Faiq Bahfen, SH sebagai Staf Ahli Menkes (SAM) Bidang Mediko Legal, dan dr. H.A. Chalik Masulili, M.Sc., sebagai SAM Bidang Pembiayaan dan Pemberdayaan Masyarakat. Selain itu juga dilantik pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Kesehatan yaitu Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri, Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan.
    Kembali ke Pesan
    Buat sebuah Iklan

    Komentar oleh ari | Januari 15, 2010 | Balas

  2. Dear Nona e

    Memang itulah ciri ungkapan Anda menjawab siapa diri Anda sebenarnya, asalnya, wataknya! Kalau Anda tau masalah sebenarnya tolong ceritakan, Anda pikir saya ngarang, itu fakta di lapangan, masing2 berhak memiliki opini, bagaimana Anda sendiri? saya tunggu komentar Anda yang lebih wise!

    Komentar oleh Husin Rayesh Mallaleng | Februari 6, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: