Husin Rayesh Mallaleng

Making a difference to the lives of people

KASUS HUKUM IBU PRITA GUNCANG RS

Surabaya, 9 Juni 2009

Menarik, mengikuti kasus hukum pasien Prita di RS Omni Internasional Tangerang Banten. Karena kasus ini bisa saja menimpa para blogger seperti penulis yang sering mengkritisi dan menulis apapun.
Menurut Iqrak Sulhin, kriminolog UI, Prita atau kita dijerat hokum karena 3 perspektif.
Pertama, Prita sebagaipelaku pencemaran nama baik melalui curhatnya. Kedua, dari reaksi yang diberikan oleh RS dan ketiga, reaksi oleh Negara (cq Kejaksaan Banten yang nota bene mendapat fasilitas kesehatan dari RS tsb) melalui peradilan pidana,dengan dasar KUUHP dan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elekronik (ITE).

Darai sisi substansi masalah, Prita complain masalah pelayanan kesehatan yang sub standar menujrut kacamata pasien. Bukan rahasia banyak tindakan medik dokter/RS saat ini lebih kuat aspek komersialnya dari pada medisnya. Hukum Supply Induced Demand dimanfaatkan betul oleh para oknum dokter/RS untuk mengeruk keuntungan. Obat yang tidak perlu, pemeriksaan diagnostic yang canggih tapi tidak perlu mendukung semua ini, satu sisi pasien di pihak lemah, kurang pengetahuan, jadi sasaran.

RS omni bereaksi berlebiahn terhadap email yang ditujukan kepada kawan-kawannya. Harusnya, email Prita dijadikan input untuk continous improvement RS! Bukan dipakai sebagaidasar delik aduan! Maunya menakuti, tapi akhirnya menimbulkan simpati masyarakat. Masyarakat empati, para Caprespun demikian. Manajemen RS kaget kalau kasus ini menjadi bola api yang panas, menimbulkan ide bagi pasien lain yang merasa dirugikan oleh RS. Saat ini sudah dirasakan, RS tersebut mulai babak belur dipanggil DPR, Menkes, Komisi HAM, dan Majelis Etik Kedokteran!

Tulisan lengkap ini bisa dibaca dalam Harian Kompas, Senin 8 Juni 2009

Juni 9, 2009 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Pak Husin Yth,

    Saya setelah membaca tulisan bpk tentang prita yang semula memang saya tak pernah baca perumahsakitan jadi ikut perhatian,
    Setelah ditugaskan di bagian program farmasi klinik dan komunitas saya baru tergerak, yang memang selama ini belum pernah menyentuh sama sekali pak.
    kayaknya masih jalan ditempat selama ini harus nya lebih difokuskan dan digali, ya memang masih belum ada wadahnya untuk tahun anggaran 2009,kenapa harus ada kasus prita merupakn pencetus dan harusnya jadi tonggak untuk berbenah juga dunia farmasi yang selama ini adem ayem, karena tuntutan masyrakat yang saat ini sangat kritis dengan pelayanan kesehatan

    Terkait dengan farmasi klinis di RS, dari Rakontek Depkes 2009 yang diselenggarakan Depkes Binfar pada 3 bulan yang lalu terdapat presentasi materi dari pak FARID W HUSAIN Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik menyebutkan bahwa VISI DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK TERWUJUDNYA PELAYANAN MEDIK PRIMA DI SARANA YANKES PERORANGAN STRATA I, STRATA II, STRATA III PADA TAHUN 2010, masih jauh dari harapan padahal tahun depan itu sudah 2010 he he.

    Ada beberapa point yang disampaikan beliau yang terkait dengan RUU Rumah sakit yang masih belum terbit yang menyatakan “Pelayanan Farmasi RS merupakan salah satu pelayanan dalam akreditasi RS → untuk penerapan standar”
    PASAL 15 mengenai KEFARMASIAN RUU RUMAH SAKIT
    1. Persyaratan kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat 1 harus menjamin sediaan farmasi dan alat kesehatan yang bermutu, bermanfaat & keamanannya.
    2.Pelayanan sediaan farmasi di rumah sakit harus mengikuti standar pelayanan kefarmasian.
    3.Pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit harus dilakukan oleh instalasi farmasi.
    4.Ketentuan mengenai standar pelayanan kefarmasian sebagaimana pada ayat (2), diatur dalam Peraturan Menteri.
    Note :
    pasal 7 ayat 1 : RS hrs memenuhi peryaratan lokasi, bangunan, prasarana, peralatan,ketenagaan dan kefarmasian.

    Pak Dirjen Yanmedik juga mengarahkan dalam rakontek di Solo agar mengoptimalkan :
    1.Penataan organisasi dan tatahubungan kera Sub Komite Farmasi, Instalasi Farmasi dengan unit kerja lainnya di RS
    2.Sinkronisasi dan integrasi pelayanan farmasi dengan berbagai pelayanan di rumah sakit
    3.Permantapan manajemen, SOP pelayanan farmasi untuk menjaga kualitas, keamanan dan harga obat
    4.Peningkatan dan pengembangan SDM berkesinambungan
    5.Peningkatan sarana dan prasarana RS

    mudah -mudahan dengan kasus prita dan kasus kasus RS terjadi menjadikan kita lebih hati -hati dan waspada.
    Sukses selalu untuk pak Husin

    Komentar oleh ari | Juni 21, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: