Husin Rayesh Mallaleng

Making a difference to the lives of people

Kapan JAMU “tuan rumah” di negeri sendiri?

Kapan ya? Pemerintah Indonesia sering terlambat mengantisipasi “hak”nya yang seharusnya sudah  milik sendiri sejak turun temurun, namun apabila ada negara yang mengklaim itu miliknya maka kita menjadi kebakaran jenggot, misalnya kasus pulau sepadan, lagu rasa sayang, dan sebentar lagi jamu tradisional indonesia. kenapa demikian? coba lihat berapa anggaran pengembangan obat asli indonesia  yang dialokasikan di DEPKES? coba cek berapa lama hak paten dan cipta diproses di Dirjen HAKI, coba lihat kurikulum obat tradisional di Fakultas kedokteran di Indonesia, dst Fakta menunjukkan: 1. LitBang Farmasi dilikuidasi 2. Bidang yang mengurusi farmasi(cq.obat tradisional) mengecil menjadi seksi baik dipropinsi maupun kab/kota 3. Anngaran pembinaan dan pengembangan obat tradisional Depkes rendah 4. Urus paten obat tradisional jalannya panjang dan sering harus melalui “hearing” dulu di Dirjen HAKI, kayak hearing DPR saja–>bagaimana BUng Andi Matalatta? dll

Februari 25, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: